Kamis, 08 Juli 2021

Juli 08, 2021

Analisis Kuantitatif

a.       Susut pengeringan

Susut pengeringan adalah kadar bagian yang menguap suatu zat. Susut pengeringan diidentikan dengan kadar air, berdasarkan dari kadar air ekstrak daun keji beling yang diperoleh lebih dari 10% sehingga tidak memenuhi batasan kadar air teoritis yang tidak boleh lebih dari 10% dan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun keji beling  yang digunakan tidak memenuhi persyaratan standar. Kadar air dalam ekstrak lebih dari10% sehingga tidak dapat meminimalisir tumbuhnya jamur dan kapang serta tidak menghasilkan daya tahan penyimpanan dan mutu ekstrak daun keji beling yang baik.

b.      Penetapan kadar air destilasi

Penetapan kadar air bertujuan untuk mengetahui kadar air dalam suatu simplisia, dimana simplisia yang baik mengandung kadar air tidak lebih dari 10%. Penetapan kadar air untuk simplisia yang mengandung minyak atsiri digunakan metode distilasi. Dari percobaan diperoleh kadar air destilasi 20,75% yang melebihi syarat kadar air maka disimpulkan simplisia yang digunakan tidak memenuhi persyaratan karena kandungan air yang tinggi akan menginisiasi pertumbuhan mikroba, jamur, reaksi pembusukan serta reaksi enzimatis yang pada akhirnya diikuti reaksi hidrolisis terhadap senyawa kimia dalam simplisia yang kemungkinan bisa berakibat toksik.

c.       Penetapan kadar sari

Pada penetapan kadar sari, kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol menghasilkan kadar sari larut air  3,017% yang merupakan nilai lebih kecil dari rendemen kadar sari larut etanol dengan nilai 18,436%. Dapat disimpulkan sari larut air < 5,1% tidak memenuhi syarat sedangkan sari larut etanol memenuhi syarat karena >13,2%. Hal ini  disebakan karena sifat etanol yang mudah menguap dibandingkan dengan air Sehingga ketika dipekatkan menjadi ekstrak kental, kadar sari larut etanol lebih banyak, berbeda dengan kadar sari larut air yang ketika dipekatkan masih ada lengket-lengket sisa air yang tidak menguap.

d.      Penetapan kadar abu

Penetapan kadar abu total  dapat digunakan untuk memberikan  gambaran  kandungan mineral ekstrak, mulai dari proses awal sampai terbentuknya ekstrak, sehingga parameter kadar abu total terkait dengan kemurnian dan kontaminasi suatu ekstrak. Pada hasil penelitian ini diperoleh kadar abu total sebesar 2,0319 %, artinya kandungan anorganik di dalam ekstrak rendah  karena tidak melebihi kadar abu ekstrak yang baik yaitu 5,1% dan kadar abu tidak larut asam yaitu 6,4% tidak memenuhi syarat karena banyak pengotor yang berasal dari pasir atau tanah silikat.

e.       Pola kromatografi

Hasil data bahwa terdapat 1 bercak standar baku dengan Rf 0,143 dan 4 bercak sampel dengan Rf 0,122; 0,204; 0,286 dan 0,8781. Pada bercak sampel ekstrak daun keji beling menunjukkan warna kuning kecoklatan pada sinar tampak dan pemadaman di bawah sinar UV 254 nm. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkankan bahwa di dalam ekstrak daun keji beling memiliki kandungan rutin. Harga Rf ekstrak mendekati standar yaitu 0,122  jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun keji beling mengandung rutin.

Kesimpulan

Parameter analisis simplisia ada 2 yaitu: analisis kualitatif dan kuantitatif

1.      Analisis kualitatif daun keji beling

·         Uji organoleptik: berwarna hijau, bau aromatik khas dan mempunyai rasa pahit. Memenuhi syarat

·         Uji makroskopis: akar tunggang berwarna coklat muda, batang beruas dan daun tunggal lonjong dengan tepi bergerigi. Memenuhi syarat

·         Uji mikroskopis: mempunyai sistolit, rambut penutup, epidermis bawah dengan sel litosis dan berkas pengangkut.memenuhi syarat.

2.      Analisis kualntitatif daun keji beling

·         Susut pengeringan dan kadar : 10,5713% , 13,770% , 14,82% , dan 14,6199% tidak memenuhi syarat

·         Penetapan kadar air secara destilasi: 20,75% tidak memenuhi syarat

·         Penetapan kadar sari :kadar sari larut air :3,017%dankadar sari larut etanol  :18,436%. Lebih banyak kadar sari keji beling yang larut dalam etanol daripada larut di air

·         Kadar abu :Kadar abutotal2,0319 % dan kadar abu tidak larut asam  6,4% tidak memenuhi syarat

·         Pola kromatografi: Standar baku dengan Rf 0,143dan harga Rf 1 ekstrak mendekati standar yaitu 0,122diduga mengandung rutin

 

                                 <3 SEMOGA BERMANFAAT<3

0 komentar:

Posting Komentar