a.
Susut pengeringan
Susut
pengeringan adalah kadar bagian yang menguap suatu zat. Susut pengeringan
diidentikan dengan kadar air, berdasarkan dari kadar air ekstrak daun keji
beling yang diperoleh lebih dari 10% sehingga tidak memenuhi batasan kadar air
teoritis yang tidak boleh lebih dari 10% dan dapat disimpulkan bahwa ekstrak
daun keji beling yang digunakan tidak
memenuhi persyaratan standar. Kadar air dalam ekstrak lebih dari10% sehingga
tidak dapat meminimalisir tumbuhnya jamur dan kapang serta tidak menghasilkan
daya tahan penyimpanan dan mutu ekstrak daun keji beling yang baik.
b.
Penetapan kadar air destilasi
Penetapan kadar air
bertujuan untuk mengetahui kadar air dalam suatu simplisia, dimana simplisia
yang baik mengandung kadar air tidak lebih dari 10%. Penetapan kadar air untuk
simplisia yang mengandung minyak atsiri digunakan metode distilasi. Dari
percobaan diperoleh kadar air destilasi 20,75% yang melebihi syarat kadar air
maka disimpulkan simplisia yang digunakan tidak memenuhi persyaratan karena
kandungan air yang tinggi akan menginisiasi pertumbuhan mikroba, jamur, reaksi
pembusukan serta reaksi enzimatis yang pada akhirnya diikuti reaksi hidrolisis
terhadap senyawa kimia dalam simplisia yang kemungkinan bisa berakibat toksik.
c.
Penetapan kadar sari
Pada
penetapan kadar sari, kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol
menghasilkan kadar sari larut air 3,017%
yang merupakan nilai lebih kecil dari rendemen kadar sari larut etanol dengan
nilai 18,436%. Dapat disimpulkan sari larut air < 5,1% tidak memenuhi syarat
sedangkan sari larut etanol memenuhi syarat karena >13,2%. Hal ini disebakan karena sifat etanol yang mudah
menguap dibandingkan dengan air Sehingga ketika dipekatkan menjadi ekstrak
kental, kadar sari larut etanol lebih banyak, berbeda dengan kadar sari larut
air yang ketika dipekatkan masih ada lengket-lengket sisa air yang tidak
menguap.
d.
Penetapan kadar abu
Penetapan
kadar abu total dapat digunakan untuk
memberikan gambaran kandungan mineral ekstrak, mulai dari proses
awal sampai terbentuknya ekstrak, sehingga parameter kadar abu total terkait
dengan kemurnian dan kontaminasi suatu ekstrak. Pada hasil penelitian ini
diperoleh kadar abu total sebesar 2,0319 %, artinya kandungan anorganik di dalam
ekstrak rendah karena tidak melebihi
kadar abu ekstrak yang baik yaitu 5,1% dan kadar abu tidak larut asam yaitu
6,4% tidak memenuhi syarat karena banyak pengotor yang berasal dari pasir atau
tanah silikat.
e.
Pola kromatografi
Hasil
data bahwa terdapat 1 bercak standar baku dengan Rf 0,143 dan 4 bercak sampel
dengan Rf 0,122; 0,204; 0,286 dan 0,8781. Pada bercak sampel ekstrak daun keji
beling menunjukkan warna kuning kecoklatan pada sinar tampak dan pemadaman di
bawah sinar UV 254 nm. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkankan bahwa di
dalam ekstrak daun keji beling memiliki kandungan rutin. Harga Rf ekstrak
mendekati standar yaitu 0,122 jadi dapat
disimpulkan bahwa ekstrak daun keji beling mengandung rutin.
Kesimpulan
Parameter analisis
simplisia ada 2 yaitu: analisis kualitatif dan kuantitatif
1.
Analisis kualitatif daun keji beling
·
Uji organoleptik: berwarna hijau, bau
aromatik khas dan mempunyai rasa pahit. Memenuhi syarat
·
Uji makroskopis: akar tunggang berwarna
coklat muda, batang beruas dan daun tunggal lonjong dengan tepi bergerigi.
Memenuhi syarat
·
Uji mikroskopis: mempunyai sistolit,
rambut penutup, epidermis bawah dengan sel litosis dan berkas pengangkut.memenuhi
syarat.
2.
Analisis kualntitatif daun keji beling
·
Susut pengeringan dan kadar : 10,5713% ,
13,770% , 14,82% , dan 14,6199% tidak memenuhi syarat
·
Penetapan kadar air secara destilasi:
20,75% tidak memenuhi syarat
·
Penetapan kadar sari :kadar sari larut
air :3,017%dankadar sari larut etanol
:18,436%. Lebih banyak kadar sari keji beling yang larut dalam etanol
daripada larut di air
·
Kadar abu :Kadar abutotal2,0319 % dan
kadar abu tidak larut asam 6,4% tidak
memenuhi syarat
·
Pola kromatografi: Standar baku dengan
Rf 0,143dan harga Rf 1 ekstrak mendekati standar yaitu 0,122diduga mengandung
rutin
<3 SEMOGA BERMANFAAT<3
0 komentar:
Posting Komentar